Template Information

Home » , , » PRAY FOR KORBAN KECELAKAAN PESAWAT SUKHOI

PRAY FOR KORBAN KECELAKAAN PESAWAT SUKHOI


 Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Harry Bakti, menegaskan, saat kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100, pesawat hilang komunikasi di ketinggian 6.000.

Pesawat itu sebelumnya berada di ketinggian 10.000 dan meminta izin untuk turun ke ketingggian 6.000. Air Traffic Control (ATC) pun memberikan izin untuk melakukan penurunan ketinggian.

"Sudah dapat izin itu menurut laporan ATC, dia bilang sudah beri izin untuk turun ke 6.000 dan waktu diradar juga posisinya sudah 6.000," katanya di helipad darurat, Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/5/2012).

Atas permintaan itu lanjutnya, diberikanlah izin untuk menurunkan ketinggian. Bakti juga menjelasan, posisi pesawat saat itu sudah berada di training area Landasan Udara Atang Sandjaja.

"Karena itu berada di area training area Lanud Atang Sanjaya, sebetulnya pesawat pun bisa landing di Lanud Atang, boleh turun. Jadi tidak ada masalah secara teknis operasional, secara komunikasi dan teknis operasional tidak bermasalah," katanya.

Dia menjelaskan, sebelum izin ke Lanud Atang Sanjaya atau ketika menuju ke Lanud, pesawat tersebut meminta turun di sekitar Lanud. "Dan dia memutar-mutar di sana," jelas Bakti.

Bakti menjelaskan saat memutar-mutar tersebut komunikasi kemudian hilang. "Dia hilangnya di sana dan tidak naik lagi," katanya.

Akhirnya Sukhoi Superjet 100 RA 36801 yang sebelumnya berangkat dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma pada Rabu (9/5/2012) sekira pukul 14.00 namun kontak tersebut kontak 14.33 WIB
sudah 8 kantong berisi jenazah korban Sukhoi tiba di Lanud Halim Perdanakusumah. Jenazah segera dibawa ke RS Polri.

Pengamatan detikcom, Sabtu (12/5/2012), 2 heli milik TNI dan Polisi Udara mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah sekitar pukul 13.45 WIB.

10 Personel TNI turun tangan membawa 2 kantong jenazah. Selain itu, ada seorang polisi terlihat membawa 1 kantong jenazah.

Kantong-kantong jenazah itu lalu dimasukkan ke dalam mobil ambulans dan dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk proses identifikasi. Ambulans lantas konvoi meninggalkan Halim.

5 Kantong berisi jenazah sebelumnya telah tiba di Halim dan sudah dibawa ke RS Polri

0 komentar:

Poskan Komentar

Contact Us !

konten

Tracking

Custumer Support

Product :

Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cari Blog Ini

Memuat...