Template Information

‘ENERGI PANAS BUMI DAN PEMBANGKITAN LISTRIK TENAGA PANAS BUMI’

Pendahuluan

Dalam rangka memasuki era industrialisasi maka kebutuhan energi terus meningkat dan untuk mengatasi hal ini perlu dipikirkan penambahan energi melalui pemilihan energi alternatif yang ramah terhadap lingkungan. Salah satu energi altematif tersebut adalah pemanfaatan energi panas bumi yang cukup tersedia di Indonesia. Tulisan ini akan menguraikan secara garis besar tentang kebutuhan energi dan peranan energi panas bumi dalam rangka memenuhi kebutuhan energi serta prospeknya di Indonesia. 

Keberhasilan pembangunan pada PELITA V telah meletakkan dasar-dasar pembangunan industri yang akan dilaksanakan pada PELITA VI dan tahun-tahun berikutnya, ternyata mempunyai konsekwensi dalam hal penyediaan energi listrik untuk dapat menggerakkan kegiatan industri yang dimaksud. Untuk mengatasi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat ini, usaha diversifikasi energi mutlak harus dilaksanakan. Salah satu usaha diversifikasi energi ini adalah dengan memikirkan pemanfaatan energi panas bumi sebagai penyedia kebutuhan energi listrik tersebut. Dasar pemikiran ini adalah mengingat cukup tersedianya cadangan energi panas bumi di Indonesia, namun pemanfaatannya masih sangat sedikit. Indonesia sebagai negara vulkanik mempunyai sekitar 217 tempat yang dianggap potensial untuk eksplorasi energi panas bumi. 





MAKALAH - Pembuatan Es Krim


Proses Pembuatan Es Krim
Es krim sebenarnya tak lain adalah busa, atau gas yang terdispersi dalam cairan. Es krim terlihat padat namun jika diamati di bawah mikroskop, es krim tampak terbentuk dari empat komponen, yaitu padatan globula lemak susu, udara (ukurannya tidak lebih dari 0,1 mm), kristal-kristal es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein susu. Secara sederhana, es krim dibuat dengan cara mencampurkan bahan-bahan dan mendinginkannya. Garam digunakan untuk membuat es tetap beku. Kemudian, adonan tersebut harus diguncang-guncang, dikocok atau diaduk. Pengadukan ini berpengaruh dalam pembuatan es krim agar teksturnya baik. Pengadukan tersebut akan membuat krim naik ke permukaan. Untuk mencegahnya, ditambahkan emulsifier. Salah satu contoh emulsifier sederhana adalah kuning telur. Karena itulah kuning telur sering menjadi bahan dalam membuat es krim.
Ada sebuah peristiwa unik berkaitan dengan proses pembuatan es krim secara sederhana ini. Pada saat Perang Dunia II, pilot angkatan udara mengamati bahwa wadah meriam memiliki suhu dan tingkat getaran yang cocok untuk menghasilkan es krim.  Para penerbang yang berbasis di Inggris itu lalu menempatkan adonan es krim dalam kaleng besar, dan menyimpannya in the tail gunner’s cockpit of B-29s. Dinginnya udara karena terbang tinggi dan getaran pesawat menciptakan es krim ‘matang’ begitu pesawat mendarat. Kisah ini dimuat dalam New York Times tahun 1943.
Menurut Arbuckle (1986). Proses pembuatan es krim terdiri dari:
1.      pencampuran,
2.      pasteurisasi,
3.      homogenisasi,
4.      pendinginan,
5.      aging atau penuaan,
6.      freezing atau pembekuan,
7.      hardening atau pengerasan, dan
8.      penyimpanan

Pencampuran dilakukan dengan memanaskan terlebih dahulu bahan cair dalam bejana pencampur sampai kira-kira 40-50°C, kemudian bahan-bahan kering seperti gula, bahan pengemulsi dan bahan penstabil ditambahkan dan dicampur supaya larut dengan baik. Pasteurisasi dilakukan dengan tujuan untuk membebaskan adonan dari bakteri patogen, membantu melarutkan bahan, memperbaiki flavour dan mutu simpan. Pasteurisasi adonan dilakukan pada suhu 68,3°C selama 30 menit atau pada suhu 71°C selama 30 detik. Proses homogenisasi biasanya dilakukan pada suhu 62,8-76,7°C. Proses ini bertujuan untuk mencegah globula lemak bersatu, untuk mengurangi waktu yang diperlukan bagi proses aging campuran itu dan untuk mempengaruhi kekentalan sehingga tekstur dan body es krim menjadi lebih baik. Setelah proses homogenisasi, adonan harus cepat didinginkan sampai 0-4°C agar tekstur es krim menjadi halus, kekentalan berkurang dan pertumbuhan mikroba menjadi lambat. Proses aging diperlukan untuk memberi kesempatan bahan penstabil bekerja. Selama proses ini berlangsung, terjadi perubahan-perubahan antara lain penggabungan bahan penstabil dengan air, pengerasan lemak dan peningkatan viskositas.  Setelah itu proses pembekuan harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah pembentukan kristal es yang kasar. Pengerasan es krim umumnya dilakukan dalam suhu -45°C sampai -23°C selama 24 jam (Arbuckle dan Marshall, 1996).
Setelah proses pembuatannya selesai, es krim dikemas dalam berbagai bentuk, antara lain cone, cup, dan stik. Dahulu, es krim selalu disajikan dalam mangkuk atau gelas minuman. Kini, setelah ditemukannya cone, cup, dan stik, es krim bisa leluasa dijual bebas di jalan-jalan.
Menurut Reinders dalam Surya (2006), berdasarkan bentuk kemasannya, es krim dapat dibedakan menjadi tiga bentuk utama, yaitu:
1. Cone. Cone terbuat dari adonan biskuit yang berbentuk kerucut. Es krim semula hanya dapat dijual di toko kue atau restoran karena ditempatkan di mangkuk atau dijadikan minuman. Semenjak cone ditemukan, es krim dapat dijual lebih luas di jalan-jalan.
2. Cup. Kemasan bentuk cup berawal dari gelas karton untuk minuman yang dikembangkan menjadi wadah untuk es krim. Es krim didalamnya dimakan dengan menggunakan sendok kayu.
3. Stik. Es krim dikemas dengan menempel pada tungkai kayu yang panjang didalamnya. Ujung kayu yang lain dapat dipegang oleh konsumen sehingga mempermudah pengkonsumsian tanpa mengotori tangan.


Daftar Pustaka
Sintamilia (2010). Proses pembuaqtan es krim. [on line]: http://goorme.com/article/proses-pembuatan-es-krim
Ihsanur M. (2011). Proses pembuatan es krim. [on line]: http://www.fresh-icecream.com/2010/03/proses-pembuatan-es-krim.html
Linda stradley (2011). History of Ices & Ice Cream. [on line]: http://whatscookingamerica.net/History/IceCream/IceCreamHistory.htm

LAPORAN KUNJUNGAN PT Krakatau Steel


Laporan Kuliah Lapangan
PT Krakatau Steel

Disusun pada tanggal 18 Januari 2012
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Kuliah Lapangan
di Prodi Pendidikan Kimia semester 7
Dibimbing oleh Dr. Yunita

Oleh:

Rismah Sholihah                                    208204134     
Rizki Maulana Akbar                            208204135
Rizqy Nur Sholihat                                208204136




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012 M/1434 H


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan. Dan shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi  Muhammad SAW.
Laporan ini disusun untuk diajukan sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Kuliah Lapangan dengan judul “Krakatau Steel”.
Terima kasih disampaikan kepada Ibu Dr. Yunita selaku dosen mata kuliah Kuliah Lapangan yang telah membimbing dan memberikan kuliah kepada kami dengan sangat sabar dan baik.
Demikianlah makalah ini disusun semoga bermanfaat agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Kuliah Lapangan.

                                                                        Bandung, 18 Januari 2012
                                                                       

Penyusun











ix


DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................................................... ix
Daftar Isi ............................................................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1
A.    Latar Belakang ............................................................................................................... 1
B.     Maksud dan Tujuan Penulisan........................................................................................ 2
C.     Metode Penulisan........................................................................................................... 2
D.    Batasan Masalah ............................................................................................................ 2
BAB II KEADAAN UMUM PERUSAHAAN................................................................. 3
A.    Sejarah ........................................................................................................................... 3
B.    Nilai Perusahaan............................................................................................................. 8

C.    Fasilitas Produksi PT Krakatau Steel.............................................................................. 8

D.    Perusahaan Pendukung Produksi PT Krakatau Steel..................................................... 12

E.     Visi, Misi, dan Falsafah PT Krakatau Steel.................................................................... 15

BAB III PENGOLAHAN dan PRODUKSI BESI........................................................... 16
A.    Pabrik Besi Spons........................................................................................................... 16
B.     Pabrik Billet Baja............................................................................................................ 20
C.     Pabrik Slab Baja.............................................................................................................. 22
D.    Pabrik Hot Strip Mill....................................................................................................... 28
BAB IV PENUTUP............................................................................................................. 32
A.    Kesimpulan..................................................................................................................... 32
B.     Saran............................................................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN



MAKALAH MAYONEISE


INDUSTRI PENGOLAHAN MAYONAISE

MAKALAH
Disusun pada tanggal 21Desember 2011
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kimia Larutan Koloid
di Prodi Pendidikan Kimia semester 7
Dibimbing oleh Dr. Siti Suryaningsih M. Si.

Oleh:
Rofa Yulia Azhar
NIM: 208204137


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011 M/1433 H



KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum Wr. Wb.
       Segala puji dan syukur bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan potensi lahiriah (fitrah) pada manusia pada umumnya dan pada penulis pada khususnya yang meliputi potensi beriman, bertakwa, beramnal,  berilmu dan berihsan sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Ilmiah ini sesuai dengan harapan. Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan kepada The Leader of Moeslim, Muhammad Saw., kepada keluarganya sahabatnya dan kepada umatnya sampai akhir zaman.
Sedikit orang yang mengetahui bahwa mayonaise merupakan salah satu sistem koloid. Mayonaise merupakan bahan pelezat utama dalam salad, pizza, hamburger dan makanan modern lainnya. Pemakaiannya yang sudah sangat umum menyebabkan mayonaise menjadi terkenal. Jika kita berbelanja ke supermarket maka kita akan menemukan beragam mayonaise. Tapi inti dari semua itu adalah harga mayonaise relatif mahal. Padahal jika proses pembuatannya mayonaise dilakukan secara rumahan/mandiri, maka kita akan menemukan gap yang sangat jauh antara harga di supermarket dengan uang yang harus kita keluarkan untuk membuat mayonaise. Bahan utama pembuat mayonaise adalah kuning telur, minyak dan larutan asam. Hal yang menyebabkan harga mayonaise mahal adalah sulitnya menentukan komposisi yang tepat dari bahan pembuat mayonaise. Lewat makalah ini diharapkan didapat pengetahuan baru mengenai pengolahan mayonaise yang tepat, efektip dan efisien.
Dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih bagi pihak-pihak yang telah membantu penyusun dalam penyusunan makalah ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Allah SWT. yang telah memberikan taufik, rahmat, hidayah dan inayahnya kepada penyusun sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya.
2.      Dr. Siti Suryaningsih, M. Si., selaku dosen pembimbing dalam penulisan makalah ini yang telah memberikan inspirasi dan petunjuk penulisan.
3.      Misna Sudjana dan Dedeh Widaningsih selaku kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil serta yang telah memberikan gagasannya secara tidak langsung kepada penulis.
4.      Dan semua pihak yang telah membantu penyusun dimulai dari penjaga perpustakaan, penjaga warnet, tukang fotokopi, serta pihak-pihak lainnya yang telah membantu penyusun yang tidak mungkin penyusun sebutkan satu-persatu.

Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang. Itulah pribahasa yang kiranya dapat mewakili harapan penulis dalam makalah ini. Secercah harapan yang penyusun siratkan dalam Makalah ini adalah semoga Makalah ini dapat berguna bagi semua pihak, manjadi amal baik bagi penyusun, menjadi motivator bagi mahasiswa lainnya untuk menyusun Makalah yang lebih baik lagi serta semoga menjadi buah yang manis kelak.
Tidak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan karya yang penulis buat ini. Maka dari itu penulis menantikan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak agar penulis dapat mengoreksi kesalahan tersebut dan sebagai bahan pembelajaran bagi penulis dimasa yang akan datang.
Wassalamualaikum Wr. Wb.



 
                                                                        Bandung, 20 Desember  2011


                                                                                                Penyusun



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... 1
DAFTAR ISI 3
                         
BAB IPENDAHULUAN      
1.1    Latar Belakang Masalah............................................................................ 4
1.2    Rumusan Masalah                                                                                       5
1.3    Tujuan Penelitian  ..................................................................................... 5
1.4    Manfaat Penelitian 6

BAB IIPEMBAHASAN
2.1  Sejarah Pembuatan Mayonaise  ................................................................. 7
2.2  Proses Pembuatan Mayonaise..................................................................... 8
2.3  Kandungan Gizi Mayonaise dan Bahayanya............................................. 13
2.4    Pengolahan Limbah Industri Mayonaise.................................................. 14

BAB III PENUTUP
3.1    Simpulan  .................................................................................................. 16
3.2    Saran  ....................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 17






Contact Us !

konten

Tracking

Custumer Support

Product :

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Pengikut

Cari Blog Ini